Neymar da Silva Santos Junior, demikian nama lengkapnya, lahir di Mogi das Cruzes, Brasil. Dia merupakan anak dari pasangan Neymar da Silva Sr dan Nadine Santos.
Neymar menghabiskan sebagian masa kecilnya di daerah miskin yang banyak tersebar di Brasil. Tak jarang pemain berusia 26 tahun itu, harus tidur sekamar dengan ayahnya, Neymar Sr di rumah kakeknya yang kecil–seperti yang dialami oleh jutaaan anak-anak miskin di Brasil.

Disekolah, Bagi Ermenegildo Pinheiro da Costa Miranda guru Neymar, Neymar bukanlah murid yang istimewa. Sebab nilai akademik Neymar biasa saja dan ia sering tidak fokus.
“Dia punya masalah dengan pelajaran matematika,” kata Miranda seperti dikutip dari ESPN. “Yang ada di kepalanya hanya bola, bola, dan bola. Tak ada yang lainnya.”
Miranda adalah Direktur Administrasi Sekolah Liceu di Sao Paulo, Brasil. Neymar adalah salah satu muridnya. Bersama adiknya, Neymar mendapat beasiswa dari sekolah ini. Namun Neymar lebih suka berlatih sepak bola di akademi sepak bola Santos. “Dia sering datang ke kantor saya untuk meminta izin bermain bola,” kata Miranda.
Meski nilai akademik Neymar tak cukup memuaskan, namun Miranda kini selalu tersenyum setiap kali mengingat Neymar. Sebab bekas muridnya itu kini telah menjadi pemain bintang. Bahkan Neymar adalah tulang punggung Tim Nasional Brasil di Piala Dunia 2018 ini.
Seperti apa perjalanan Neymar sehingga akhirnya menjadi bintang seperti saat ini? Berikut kisahnya.
1. Neymar kecil tumbuh di jalanan
Meski telah bergabung dengan akademi sepak Santos sejak berusia 11 tahun, namun Neymar kecil masih suka bermain bola di jalanan bersama teman-temannya.
Gawangnya hanya berupa dua sandal jepit. Bolanya bisa apa saja, bisa bola plastik atau sekedar buntalan plastik yang diikat. Maklum, sebagian besar warga Brasil saat itu hidup miskin –sekitar 50 orang hidup miskin di Brasil pada 2002. Keluarga Neymar satu di antara mereka.

2. Ayah Neymar bekerja serabutan
Ayah Neymar pernah menjadi pemain sepak bola. Saat itu sang ayah bermain untuk klub sepak bola lokal di kota Mogi des Cruzes, sekitar 25 mil dari Sao Paulo, kota kelahiran Neymar jr.
Namun karier sepak bola ayahnya tamat setelah ia mengalami kecelakaan mobil. Jadi pengangguran tanpa penghasilan jelas, ayah Neymar kemudian memboyong istri dan putranya ke kampung halamannya di Sao Vicente.
Di kota kecil ini mereka tinggal di rumah petak. Ayah Neymar bekerja serabutan, mulai dari montir mobil hingga tukang batu. Sementara istrinya, Nadine Santos, membantu dengan bekerja sebagai juru masak.
“Kami tidak memulai dari nol,” kata Neymar Sr. “Tapi dari minus 5.”
Jangan lupa kunjungi website kami untuk berita bola terupdate!
3. Neymar dikenali pencari bakat
Suatu hari di tahun 1999, seorang bernama Roberto Antonio dos Santos –biasa disapa Betinho– mengetuk pintu rumah Neymar. Betinho adalah seorang pencari bakat. Ia pernah melihat Neymar bermain di jalanan dan tak berpikir panjang untuk merekrutnya. Sebab gaya bermain anak itu mirip Robinho, pemain yang ia rekrut 8 tahun sebelumnya (Robinho kemudian dibeli AC Milan).
“Neymar memiliki keseimbangan tubuh yang sangat baik,” kata Betinho. “Dalam banyak aspek ia mirip Robinho.”
Ayah Neymar cukup terkejut mendengar penawaran Betinho. Sebab, terlalu sibuk mencari nafkah membuatnya tak menyadari potensi besar Neymar. Tawaran Betinho pun ia sambut dengan suka cita. Sejak kunjungan itu, Betinho resmi menjadi pelatih sekaligus manajer Neymar yang saat itu baru berusia 8 tahun.
Tiga tahun kemudian Neymar masuk akademi sepak bola Santos FC. Gaji pertamanya sebesar 10 ribu reais per bulan. Melihat masa depan anaknya, ayah Neymar kemudian memutuskan berhenti bekerja. Ia ingin mengurus semua keperluan Neymar.

4. Jalan terbuka untuk Neymar
Meneken kontrak dengan Santos membuat jalan menjadi lapang buat Neymar. Perekonomian keluarganya pun perlahan merangkak naik. Setelah bermain selama setahun di Santos, gaji Neymar naik menjadi 25 ribu reais per bulan. Keluarga Neymar lalu membeli sebuah rumah di dekat Stadion Vila Belmiro, markas Santos FC.

5. Neymar mendapat tawaran dari Real Madrid

Unsplash/ Vienna Reyes
Neymar masih berusia 14 tahun saat tawaran Real Madrid datang kepadanya. Ini, tentu saja, sangat tak terduga. Sebab Madrid adalah klub tajir. Prestasi mereka di Eropa juga sangat moncer.
Neymar, bersama ayah dan pelatihnya, lalu terbang ke Madrid. Ia sempat menjalani serangkaian tes di sana. Namun harapan Madrid mendapatkan Neymar kandas setelah Santos enggan menjualnya. Neymar pun kembali ke Brasil.
Ayah Neymar tak keberatan dengan langkah Santos ini. Sebab ia sendiri tak betah tinggal di Madrid. “Di Madrid terlalu dingin,” katanya. “Dan tidak ada pantai.”
Tiga tahun setelah tawaran dari Real Madrid, ketika Neymar genap berusia 17 tahun, Santos memberinya kontrak baru dengan gaji 4 juta dollar AS atau Rp 38 miliar per tahun. Kini Keluarga Neymar tak miskin lagi.
6. Neymar hijrah ke Barcelona
Neymar baru bisa meninggalkan Santos pada musim panas 2013, ketika Barcelona datang dengan tawaran 80 juta pound sterling atau sekitar Rp 1,4 triliun! Di Barcelona, Neymar semakin bersinar. Ia membantu Barcelona meraih dua trofi La Liga, tiga trofi Copa del Rey, satu trofi Super Coppa Spanyol, dan satu trofi Liga Champions Eropa.

Pada tahun 2017 Neymar pindah dari Barcelona ke Paris saint german, dan menahbiskan dirinya menjadi pemain termahal sejagad raya dengan nilai transfer 222 juta euro. dari seorang bocah miskin dari Brazil, bermain bola di jalanan, tidak memiliki nilai akademis yang bagus, kini ia adalah pemain sepakbola termahal di dunia!

Kunjungi website kami untuk berita bola teraktual dan terlengkap!